Berkawan dengan Bisnis Barang Bekas, Berkawan dengan ASUS ET2040IUK

ASUS VIVO AiO ET2040IUK, komputer yang ramping, ringkas, dan bertenaga. (Foto: asus.com)

Kawasan di sekitar kampus selalu penuh dengan mahasiswa dan ragam kebutuhannya. Selain tempat tinggal dan penganan untuk mengisi perut, para mahasiswa juga kerap membutuhkan banyak sekali perabotan asrama dan barang-barang lainnya yang mendukung aktivitas mereka sebagai mahasiswa. Membeli baru, tentu mahal. Eh, bagaimana bila membeli barang bekas? Hal satu ini yang jarang ada. Dan tentunya, ini jadi salah satu peluang bisnis baru di lingkungan kampus.

Sebagai langkah awal, saya mencoba untuk mengamati kawasan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati (SGD) di kawasan Cibiru, Bandung. Di sepanjang jalan di depan kampus UIN SGD, berdiri berbagai toko dengan ragam dagangan, mulai dari penganan, buku, hingga perabotan untuk mengisi kamar asrama para mahasiswa. Bila dilihat secara seksama, semua toko menyediakan barang-barang baru. Tidak ada satu pun yang menjajakan barang-barang bekas.

Hanya berjarak 15 menit berjalan kaki dari kampus UIN SGD, terdapat rumah mertua saya. Di sebelahnya, berdiri sebuah asrama yang disewakan secara bulanan kepada para mahasiswa UIN SGD. Rumah mertua saya sendiri memiliki garasi mobil. Alih-alih berisi mobil, garasi tersebut justru berisi barang-barang bekas peninggalan para mahasiswa yang pernah tinggal di asrama milik mertua saya tersebut.

Ada banyak cerita di balik barang-barang bekas peninggalan para mahasiswa tersebut. Salah satunya, sebagian mahasiswa ini pergi tanpa pamit dan meninggalkan barang-barangnya di kamar asrama. Mereka juga tercatat menunggak sewa asrama selama beberapa bulan. Tentunya, mertua saya mencoba untuk menghubungi mereka. Seringkali, para mahasiswa ini benar-benar tanpa kabar. Adapun sebagian kecilnya mengabari bahwa mereka tidak akan kembali.

Umumnya, mertua saya memberi tenggat waktu hingga tiga bulan lamanya. Setelah tenggat waktu tersebut habis, kamar terpaksa dibongkar. Adapun barang-barang yang ditinggalkan para mahasiswa terpaksa diangkut ke gudang dan garasi mertua saya, sehingga kamar yang ditinggalkan tersebut dapat segera dihuni mahasiswa lainnya lagi.

Suasana di sekitar kampus UIN SGD, Bandung. Di depan kampus terdapat berbagai toko yang menjajakan kebutuhan mahasiswa. (Foto 180: Yudha PS)
Suasana di sekitar kampus UIN SGD, Bandung. Di depan kampus terdapat berbagai toko yang menjajakan kebutuhan mahasiswa. (Foto 180: Yudha PS)
Kawasan pemukiman sekitar kampus UIN SGD yang banyak menyediakan asrama bagi mahasiswa. (Foto 180: Yudha PS)
Kawasan pemukiman sekitar kampus UIN SGD yang banyak menyediakan asrama bagi mahasiswa. (Foto 180: Yudha PS)
Garasi rumah mertua (kanan) yang bersebelahan dengan asrama mahasiswa miliknya. (Foto 180: Yudha PS)
Garasi rumah mertua (kanan) yang bersebelahan dengan asrama mahasiswa miliknya. (Foto 180: Yudha PS)

Cerita lainnya, banyak juga mahasiswa yang pamit pergi dan menitipkan barang-barang yang tidak terbawa. Maklum, para mahasiswa UIN SGD ini umumnya berasal dari kota yang jauh dari Bandung. Tentunya, cukup merepotkan bila mereka harus membawa kembali barang-barangnya ke kota asalnya. Tidak heran bila barang-barang mereka dititipkan ke mertua saya.

Nah, para mahasiswa ini bilangnya sih menitipkan barang-barang tersebut sementara. Namun, faktanya, seringkali sementahun alias selamanya teronggok di gudang dan garasi rumah mertua saya.

Barang-barang bekas mahasiswa yang teronggok di gudang. Umumnya, kondisinya masih layak digunakan. (Foto: Yudha PS)
Barang-barang bekas mahasiswa yang teronggok di gudang. Umumnya, kondisinya masih layak digunakan. (Foto: Yudha PS)

Oh yah. Umumnya barang-barang peninggalan para mahasiswa ini masih dalam kondisi bagus dan layak pakai. Bila pun ada yang rusak, umumnya kerusakan kecil dan tidak parah, sehingga masih bisa diperbaiki. Jenis barang-barangnya pun beragam. Mulai dari pakaian, lemari, rak, buku, sampai televisi dan kulkas.

Hasil pengamatan ini membuat saya semakin yakin untuk memulai bisnis berjualan barang-barang bekas para mahasiswa di lingkungan kampus UIN SGD. Tempatnya, tentunya garasi rumah mertua saya. Selain bisa diakses secara cuma-cuma, tempatnya juga cukup strategis: berada di jalan besar, dekat dengan kampus UIN SGD, serta berada di tengah-tengah kawasan tinggal mahasiswa.

Selanjutnya? Hmmm… Tinggal memulai. Namun, rasanya saya baru bisa memulai bisnis ini dalam beberapa waktu ke depan. Selain waktu yang belum tersedia, saya juga masih harus menyiapkan cadangan modal dan mencari setidaknya dua orang karyawan. Saat ini, saya mulai dulu dengan merencanakan aktivitas bisnis yang akan dilakukan kelak.

Untuk bisnis ini, rasanya saya membutuhkan seorang kawan yang akan memudahkan saya untuk menjalankan toko barang bekas, mulai dari mendata barang, membuat poster pengumuman, merekapitulasi penjualan, hingga mempromosikan toko saya melalui media sosial. Dalam hal ini, saya memilih ASUS VIVO AiO ET2040IUK sebagai partner dalam membangun bisnis ini.

ASUS ET2040IUK merupakan All-in-One PC besutan ASUS. Disebut All-in-One PC, karena produk ini menggabungkan CPU dan monitor ke dalam satu unit komputer saja. Terobosan ini membuat penggunanya terhindar dari masalah perkabelan yang kerap menyambangi komputer konvensional. Kelebihan lainnya, tentunya satu unit komputer lebih mudah dipindahkan dibandingkan terbagi menjadi beberapa unit terpisah.

ASUS ET2040IUK merupakan komputer yang ramping dan ringkas. (Foto: Asus.com)

Bagi saya, ASUS ET2040IUK merupakan salah satu komputer terbaik untuk mendukung bisnis tradisional dalam skala Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) secara penuh. Dalam hal ini, setidaknya ada empat pertimbangan yang melatari pilihan ini.

Pertama adalah ukurannya yang ringkas dan ramping dengan layar 19,5 inchi. Rancangan ini membuatnya mampu diajak bekerja di ruangan yang kecil dan terbatas, layaknya kebanyakan ruang di perusahaan berkategori UMKM. Selain itu, produk ini juga dilengkapi Kensington Lock. Pengguna bisa mengunci ET2040IUK di tempatnya tanpa khawatir berpindah tangan atau hilang dicuri.

Pertimbangan kedua dan cukup penting, ASUS ET2040IUK mampu memenuhi kebutuhan komputasi harian perusahaan UMKM pada umumnya. Di dalam produk ini tertanam prosesor Intel Celeron J1800 dan kartu grafis Intel HD Graphics yang dilengkapi dengan RAM 2GB dan kapasitas penyimpanan harddisk sebesar 500GB. Hal ini membuat ASUS ET2040IUK dapat menjalankan aplikasi perkantoran, berselancar di internet, mendengarkan musik, menyunting foto, dan menonton video dalam format High Definition (HD) dengan baik. Selain itu, produk ini juga mampu melakukan berbagai tugas komputasi secara bersamaan (multitasking).

Adapun pertimbangan ketiga yang menurut saya menarik untuk disimak adalah fitur dukungan cadangan energi cerdasnya (Smart Backup Power). Fitur ini membuat ET2040IUK akan tetap menyala selama satu jam secara otomatis ketika listrik padam secara tiba-tiba. Bahkan, beberapa laporan menyebutkan bahwa ASUS ET2040IUK masih tetap bisa digunakan untuk berselancar di internet selama 1,5 jam. Kemampuan ini membuat penggunanya memiliki cukup waktu untuk menyimpan semua pekerjaannya ketika listrik tiba-tiba padam.

Pertimbangan terakhir, yang pasti sangat penting bagi pelaku UMKM, adalah harganya yang terjangkau. Di Indonesia, ASUS ET2040IUK dibandrol dengan harga 4,9 juta Rupiah. Bagi saya, harga tersebut masih cukup terjangkau untuk kalangan UMKM di Indonesia saat ini.

Fitur Cadangan Energi Cerdas (Smart Backup Power) membuat ET2040IUK akan tetap menyala selama satu jam secara otomatis ketika listrik padam secara tiba-tiba.

Kembali ke toko barang bekas. Berjualan barang bekas termasuk bisnis yang sederhana. Hanya terdapat dua aktivitas utama dalam usaha ini, yaitu: mengumpulkan barang bekas dan menjualnya. Meskipun demikian, bisnis ini membutuhkan kecermatan yang tinggi, khususnya dalam menilai barang bekas.

Tahapan mengumpulkan barang bekas tentunya dimulai dengan mendata semua barang-barang bekas yang terdapat di gudang dan garasi mertua saya. Untuk aktivitas yang satu ini, saya bisa menggunakan aplikasi perkantoran, seperti Microsoft Excel. Beruntung, ASUS ET2040IUK hadir dengan Windows 10, sehingga bisa langsung digunakan untuk bekerja.

Dalam tahapan pendataan ini, barang bekas dibagi menjadi tiga kategori, yaitu: layak pakai, rusak ringan, dan rusak berat. Barang bekas yang layak pakai tinggal dibersihkan dan bisa langsung dijual. Adapun barang bekas yang rusak ringan harus diperbaiki terlebih dahulu sebelum dijual.

Sedangkan barang bekas yang rusak berat tetap bisa dijual. Pasalnya, banyak juga orang yang berminat membeli barang bekas yang rusak. Mereka biasanya akan memperbaiki barang-barang tersebut. Selain itu, ada juga sebagian kecil dari mereka yang mengambil komponen-komponennya yang masih berfungsi baik untuk memperbaiki barang-barang serupa. Dalam hal ini, saya harus mampu memberikan informasi yang cukup akurat terkait kerusakannya.

Bila ternyata barang bekas yang dimiliki mertua saya masih kurang, tidak menutup kemungkinan saya harus mencari barang bekas lainnya di lingkungan sekitar rumah mertua saya. Tentunya, barang bekas dari mahasiswa lain tidak bisa begitu saja saya minta. Saya harus membelinya dengan harga yang cukup pantas. Tantangannya, saya harus pintar-pintar menentukan harga beli, agar mampu dijual dengan harga yang layak di toko barang bekas saya.

ASUS ET2040IUK dan aplikasi PhotoDirector siap membantu saya untuk membuat poster. (Foto: Asus.com)

Berbicara tentang mengumpulkan barang bekas, tentunya cara yang paling efektif adalah mempublikasikannya melalui poster. Saya pribadi cenderung memilih poster fisik yang ditempelkan di lingkungan kampus UIN SGD dan sekitarnya. Untuk pekerjaan yang satu ini, ASUS ET2040IUK bisa membantu saya untuk merancang poster.

ASUS All-in-One PC sendiri sudah dilengkapi berbagai aplikasi yang siap untuk digunakan. Salah satunya adalah aplikasi berjuluk PhotoDirector yang memiliki kemampuan untuk mengelola foto dan menyuntingnya. Menggunakan aplikasi ini, saya bisa mengubah foto-foto yang saya miliki menjadi sebuah poster untuk mempublikasikan toko barang bekas saya.

Aktivitas yang satu ini rasanya jauh lebih mengasyikkan bersama ASUS ET2040IUK. Layarnya yang berukuran 19,5 inchi mampu menampilkan gambar dengan resolusi yang cukup besar, yaitu: 1366 x 768 pixel. Terlebih lagi, teknologi LED Backlight mampu menampilkan warna-warna dengan lebih cerah dan tajam, tetapi juga hemat energi.

Dudukan metal di belakang ASUS ET2040IUK bisa diatur sesuai dengan kenyamanan pengguna. (Foto: Asus.com)

Publikasi juga bisa dilakukan melalui media sosial. Saya bisa membuat beragam format untuk publikasi yang satu ini, mulai hanya tulisan, poster, hingga video. Berbicara video, ASUS dilengkapi juga aplikasi berjuluk PowerDirector. Aplikasi ini memudahkan penggunanya untuk membuat video berkualitas tinggi.

Setelah selesai, saya tinggal mengoneksikan Wi-Fi bawaan ASUS ET2040IUK ke jaringan internet yang sudah ada. Selain itu, saya juga bisa mengoneksikan produk ini ke internet dengan kabel melalui port RJ45. Tentunya, kemudahan untuk berinternet yang disediakan produk ini bisa memuluskan langkah saya untuk berjualan secara online.

Ke depannya, saya merencanakan toko barang bekas ini juga mempunyai galeri produk dalam bentuk website dan media sosial. Sebelum berkunjung, calon pembeli bisa melihat-lihat terlebih dahulu produk yang tersedia. Jika sudah sreg dengan harga dan barangnya, dia bisa langsung datang dan berbelanja. Atau mungkin barang bisa diantar dengan catatan lokasi pembeli berada di sekitar kawasan toko barang bekas.

Bila barang-barang sudah cukup terkumpul, tahapan selanjutnya adalah menjual barang bekas. Pada tahap ini, saya harus memastikan semua barang-barang yang hendak dijual sudah memiliki label harga. Tentunya, harga barang-barang bekas ini jauh lebih murah, sekitar 5-40 persen dari harga jual barang-barang baru, tergantung kondisi dan jenisnya.

Rencananya, saya akan membuka lapak toko barang bekas di garasi mertua. Ukuran garasinya sendiri tidak terlalu besar, sekitar seperempat ukuran lapangan bulu tangkis. Dijejali dengan berbagai barang bekas, tentunya ruang gerak menjadi semakin sempit. Dan pastinya, saya harus menyediakan tempat untuk kawan saya, ASUS ET2040IUK.

Beruntung, ET2040IUK memiliki bentuk yang ramping dengan panjang hanya 489 mm dan tinggi 307 serta tebal berkisar antara 14 sampai 25 mm. Ukuran ini hanya sedikit lebih besar dari kertas A3 yang memiliki dimensi 420 x 297 mm. Kondisi ini membuat ASUS ET2040IUK hanya memerlukan sedikit ruang di lapak jualan barang bekas saya kelak.

ASUS sendiri merancang produk ini untuk bisa digunakan begitu keluar dari kotaknya. Pengguna bisa langsung menaruhnya di meja dengan cara mengatur dudukan metal di belakangnya hingga mendapatkan sudut monitor yang nyaman. Keunggulan lainnya, berat ET2040IUK hanya 3,4 Kilogram, cukup ringan untuk dibawa ke mana pun dia dibutuhkan.

Dalam keseharian bisnis saya kelak, ASUS ET2040IUK akan banyak membantu administrasi penjualan, termasuk mencatat semua transaksi penjualan. Meskipun demikian, ET2040IUK juga bisa diajak untuk melakukan tugas lebih dari itu. Salah satunya, produk ini bisa diajak untuk mencairkan kebekuan suasana dengan memutarkan lagu-lagu sesuai kondisi toko saya kelak.

Dukungan teknologi ASUS SonicMaster membuat ET2040IUK mampu menyuguhkan suara yang hidup. (Foto: Asus.com)

Tentu saja, tugas yang satu ini bisa dengan mudahnya diemban oleh ASUS ET2040IUK. Pasalnya, produk ini dilengkapi speaker stereo yang didukung oleh teknologi ASUS SonicMaster. Hal ini membuat ET2040 mampu menyuguhkan suara bass yang lebih kaya dan dalam, respon frekuensi yang lebih lebar, keluaran suara yang kuat, vokal yang jelas, serta kejernihan suara yang sempurna. Selain itu, suara yang dihasilkan juga lebih hidup (true-to-life surround sound).

Kelebihan lainnya, suara ASUS ET2040IUK juga dilengkapi ASUS AudioWizard. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk memilih lima mode suara yang tepat untuk musik, film, permainan, perekaman, dan pidato, tergantung dari kondisi lingkungan. Fitur ini membuat siapa pun selalu merasa nyaman untuk menikmati alunan musik. Bahkan penggunanya bisa dengan nyaman menikmati suara film dan permainan.

ASUS ET2040IUK hadir dengan Innovative Gesture Control yang memungkinkan penggunanya mengendalikan komputer hanya melalui gerakan tangan dari jarak lebih dari 5 meter.

Menariknya, ASUS ET2040IUK hadir dengan Innovative Gesture Control. Teknologi ini memungkinkan penggunanya mengendalikan komputer hanya melalui gerakan tangan dari jarak lebih dari 5 meter. Kemampuan ini berkat Hand-Gesture Recognition Software (HGRS) dan kamera depan bawaan ET2040IUK yang mampu menangkap gerakan tangan secara akurat.

Tentunya, fitur Innovative Gesture Control membuat saya bisa memilih lagu dari jarak jauh. Bila saya tengah meladeni pelanggan dan tidak suka dengan lagunya, saya hanya perlu menggerakan tangan saya, dan lagu pun berganti dengan langgam yang lebih saya sukai.

ASUS ET2040IUK dilengkapi HDMI dan tiga USB 3.0. (Foto: Asus.com)
ASUS ET2040IUK dilengkapi HDMI dan tiga USB 3.0. (Foto: Asus.com)

Terkait konektivitas, ASUS mempersenjatai ET2040IUK dengan 3-in-1 Card Reader, Audio Line Out, HDMI, tiga saluran USB 2.0, dan tiga saluran SuperSpeed USB 3.0. Berbicara USB 3.0, saluran ini memungkinkan pengguna mengisi ulang ponsel cerdas dan tabletnya lebih cepat 50 persen dibandingkan saluran USB 2.0. Selain itu, proses perpindahan data juga 10 kali lebih cepat dibandingkan USB 2.0. Meskipun demikian, USB 3.0 ET2040IUK sangat kompatibel dengan perangkat USB 2.0. Artinya, pengguna dengan perangkat USB 2.0 bisa memanfaatkan USB 3.0.

ASUS juga dinilai membuat langkah besar dengan menambahkan HDMI dalam ET2040IUK. Hal ini membuatnya bisa dikoneksikan dengan layar yang lebih lebar lagi, seperti proyektor atau HDTV. Saya sendiri bisa menampilkan pengumuman untuk para pengunjung di layar kedua dan mengendalikannya melalui ET2040IUK.

Ke depannya, bila usaha ini menghasilkan pendapatan yang besar, saya berencana untuk membuka cabang di beberapa kawasan perguruan tinggi lainnya di Bandung, seperti: Universitas Pendidikan Indonesia di Setiabudhi, Universitas Padjadjaran di Jatinangor, Universitas Islam Bandung di Tamansari, dan Universitas Komputer di Dipatiukur. Ketika itu terjadi, ASUS ET2040IUK tidak hanya membantu untuk mencatat inventori dan keuangan serta menghibur pengunjung toko. Lebih dari itu. ET2040IUK juga akan sangat membantu mengkoneksikan antara satu cabang dengan cabang lainnya.***

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s